Aku melangkah dan menatap kedua kakiku lemas, kenapa mimpi buruk itu selalu menghantuiku?
Aku benar-benar ingin melupakan segala kekecewaan itu, tapi sekarang dia benar-benar nyata dihadapanku
Saat semua orang seharusnya berbagi kasih sayang, aku hanya dapat menatapnya tajam
Apa lagi yang dia inginkan?
Tiba-tiba saja datang tanpa merasa bersalah sedikitpun
Bertahun-tahun selalu memberiku mimpi buruk, apa itu belum cukup untuk membuatnya puas?
Apakah semua tangis dan penyesalanku selama ini tidak sedikitpun membuatnya bergeming?
Aku ingin melangkah kedepan melupakannya yang ingin kutinggalkan
Tapi kenapa dia harus datang pada saat aku sedikit bisa bertahan?
Aku benci tentang semua hal itu
Aku benci tentang semua yang seharusnya sudah bisa menjadi yang terlewatkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar